Opini Jurnal Akuntansi Internasional

Berdasarkan jurnal “CAN ACCOUNTING BETA ACT AS A PROXY FOR EX ANTE UNCERTAINTY IN INITIAL PUBLIC OFFERINGS: EMPIRICAL EVIDENCE AT THE JAKARTA STOCK EXCHANGE”  yang dilakukan oleh TATANG ARY GUMANTI dan ANDRI ARIYANTO Universitas Jember.

 

Penelitian ini menguji apakah beta akuntansi dapat bertindak sebagai proxy untuk ex ante ketidakpastian dalam pengaturan IPO. Menggunakan sampel dari 90 IPO yang go public selama 1991-1997 di Bursa Efek Jakarta.

            Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan langsung antara beta akuntansi dan return awal IPO. Studi ini menemukan hubungan positif namun tidak signifikan antara beta akuntansi dan return awal IPO, baik secara statistik ataupun ketika akuntansi beta didasarkan pada pengembalian aset atau net profit margin. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa beta akuntansi dapat digunakan sebagai ex ante ukuran keberisikoan perusahaan publik. Namun, upaya terbatas telah diarahkan untuk menguji efektivitas menggunakan pasar IPO. Studi ini merupakan studi awal untuk memeriksa seperti asosiasi. Dalam kasus perusahaan IPO, beta pasar tidak dapat dihitung karena keterbatasan data yang terkait dengan perusahaan-perusahaan swasta. Oleh karena itu, beta akuntansi dapat digunakan sebagai ukuran ex ante untuk keberisikoan perusahaan memasuki pasar IPO. Studi lebih lanjut dapat memperpanjang langkah-langkah pengembalian akuntansi yang menangkap karakteristik spesifik dari pasar IPO.

Pada dasarnya Beta merupakan pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. Beta dibagi menajdi 3, yaitu beta pasar, beta akuntansi dan beta fundamental.

Ex ante dalam bahasa latin yaitu “sebelumnya”. Dalam model di mana ada ketidakpastian yang diselesaikan selama jalannya peristiwa, nilai antes mantan (misalnya dari keuntungan yang diharapkan) adalah mereka yang dihitung di muka dari resolusi ketidakpastian. Ex ante adalah penelitian dan analisis terhadap suatu kebijakan yang belum ada / belum terjadi.

Sedangkan Initial Public Offering ( IPO ) merupakan penawaran saham perdana yang dilakukan oleh suatu organisasi perusahaan kepada investor umum ( publik ) melalui Pasar Modal.  Penawaran saham perdana, merupakan kebijakan organisasi perusahaan didalam mencari dana tambahan untuk pengembangan ataupun untuk perluasan bisnis perusahaan, yang mungkin tidak mencukupi modalnya, pada saat ini. Sehingga diperlukan modal tanbahan, dengan mengeluarkan saham-saham kepada masyarakat atau publik, sehingga dana dari penjualan saham tersebut dapat dipergunakan oleh organisasi perusahaan untuk tujuan pengembangan dan perluasan bisnis tersebut.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s